Laporan Praktikum 8: Laravel Auth & CRUD Multi Level User
1. Membuat Project Laravel
Untuk membuat project Laravel bernama laravel-sisfo, terdapat dua metode:
- Laravel Installer:
composer global require "laravel/installer"
laravel new laravel-sisfo - Composer:
composer create-project laravel/laravel=^12.0 laravel-sisfo --prefer-distDi praktikum ini saya menggunakan composer untuk menginstall project laravel
Tunggu Proses instalasi selesai dan setelah itu buka di VS CODE folder projject laravel tersebut
Untuk menjalankan project:
php artisan serve
Jika sudah berhasil akan muncul tampilan dibawah
2. Konfigurasi Database
Buka file .env dan ubah konfigurasi menjadi:
3. User Authentication
User authentication pada studi kasus ini menggunakan fitur authentication bawaan Laravel.
- Install Laravel UI:
composer require laravel/ui
- Generate auth bootstrap:
php artisan ui bootstrap --auth
- Install dependencies dan compile:
npm install && npm run dev
- Jalankan migrasi:
php artisan migrateKetikkan perintah php artisan migrate maka Laravel akan membuat migration table authentication, jika sebelumnya belum terdapat database maka akana da konfirmasi dari larevel apakah akan dibuatkan databasenya atau tidak. Jika migaration berhasil maka akan tampil seperti tampilan berikut.
Setelah itu, fitur login dan register dapat diakses:
href="Akses url
http://127.0.0.1:8000/loginpada browser maka akan tampil halaman login seperti berikut. "href="Akses url
http://127.0.0.1:8000/registerpada browser maka akan tampil halaman login seperti berikut. "
Kesimpulan
Fitur authentication Laravel akan mengenerate controller, model, view dan route authentication secara otomatis, selain itu juga tampilan view sudah menggunakan framework boostrap sehingga mempermudah dalam membuat fitur authentication pada aplikasi.
4. Custom Table Users
Authentication Laravel secara otomatis akan mengenerate table Users yang berisi tentang informasi data user, berikut struktur table users.
Dari stuktur table users diatas maka perlu ditambahken beberapa field yaitu username, level dan
status, maka perlu membuat sebuah migration untuk menambahkan field-field diatas, ketikkan
perintah berikut pada terminal atau cmd.
php artisan make:migration costum_table_users
Kemudian edit code untuk custom table
jalakan perintah berikut :
php artisan migrate
setelah perintah itu jalankan, maka otomatis isi tabel users akan ditambah
4.1 Seeder User Admin
Buat seeder:
Setelah berhasil melakukan costum table users selanjutnya membuat user menggunakan fitur seeding pada Laravel, buat seeder dengan nama AdminSeeder dengan perintah :
php artisan make:seeder AdminSeeder
Isi file dengan user admin, lalu jalankan:
php artisan db:seed --class=AdminSeeder
4.2 Templating / Layouting
Gunakan template "https://startbootstrap.com/theme/sb-admin-2". Ekstrak ke public/sbadmin.
a. Layout Login
Ganti file resources/views/layouts/app.blade.php dengan tampilan login SB Admin.
TAMPILAN LOGIN
b. Layout Global
Buat file resources/views/layouts/main.blade.php sebagai layout utama.
c. Komponen Tambahan
sidebar.blade.phptopbar.blade.php
d. Penjelasan
Untuk menggunakan layouts main menggunakan @extends('layouts.main') sehingga seluruh tampilan main.blade.php akan ditampilkan pada view home, untuk menampilkan data judul pada layout main dengan perintah @section('judul')Dashboard @endsection dan konten dengan cara @section('judul')Dashboard @endsection
e. Tampilan
5. Kesimpulan
- Laravel berhasil diinstal dan dijalankan
- Autentikasi Laravel berhasil diaktifkan
- Custom table users berhasil diterapkan
- User admin berhasil ditambahkan melalui seeder
- Layout menggunakan template SB Admin berhasil diintegrasi